Cerita Indonesia
I was studying for a test this morning. As usual, the Internet, the door to a world where all knowledge is yours and all imaginations are virtually realized, tempted me. It's really amazing what information you can get on the Internet, isn't it? And it's really amazing that I rarely able to resist opening up one window even though I fully aware that it'll take me to many others and finally cost me 2 hours of sleep.
Okay, back to what I wanted to say. I went browsing for a while, and came across this blog co-authored by Aris Heru Utomo, Fahrizal Leksa, and Iman Brotoseno. I honestly don't know who they are, and I'll take the risk of standing guilty on the charge of social ignorance if they happen to be some famous people. Do tell me if you know who they are. Their blog was released at the start of this year, so it's pretty new. It's called Cerita Indonesia, which means The Story of Indonesia.The concept is simple and interesting; using pictures to convey historical moments. They just add a caption or a short paragraph below it as an explanation. There's not much facts or details, but as commonly said, picture says a thousand words. And I'm more of a visual person anyways, so it works out to be perfect for me.
It's really interesting that as I read the entries one by one, I realized that... man, I don't know anything about my own country. Well, I know some things bout the 1998 racial riot, the corruption, Orde Baru, Poso riot, etc etc. But I don't know any of them deep enough to actually understand what's happening in my country. I'm a little ashamed, as I often think of myself as having that patriotic soul. But, here I am enjoying an untypical Indonesian life, and acting all apathetic about what's happening back home. So, it's great that once in a while I'm reminded about the realities and facts of my country and reminded to stay grounded to my roots.
There is one gory picture on the blog that made me sick to my stomach. It depicted the riot between two ethnics in Central Borneo where the Madura people as the immigrants where chased after and killed by the native Dayak people. For those who dare not see the picture, it's basically showing a Dayak person parading the head of a Madura man that was beheaded. I usually tend to give my empathy to the losing side, in this case, the Madura people. I tend to support the weaker party, just to see if they could rise to the occasion and do something to turn the table around. But, as I think more about it, I realized that in this war, both sides are weak. And it's possible that the Dayak people is even more vulnerable. It takes a lot of anger and a lot of oppression for a person to hurt others. So, I couldn't imagine how oppressed the person in the picture was such that he reached the point of killing, and was actually numb towards his own sadistic action.
That's a little bit of what's happening in a small part of Indonesia. Other parts have their own unique story. Some are equally sad, some are not as bad. But they all share a history that moulds the country to become what it is right now. So, if you want to know a little more about Indonesia, check the blog out. It's history in a more interesting package than the usual history textbook.
Tuesday, February 26, 2008
Monday, February 11, 2008
Something's Got to Give
Semester ini udah jalan hampir sebulan. Ga kerasa banget; tiba-tiba Senin, tiba-tiba weekend, baru tidur-tiduran sebentar, eeeh udah Senin lagi. Memang semester ini agak-agak sibuk dengan sekolah dan kerja. Well, kerja terutama, soalnya itu yang paling banyak makan waktu. Kalau cuma kelas doang sih, setiap siang saya udah bisa ongkang2 kaki di apartment, leha-leha di depan TV, sambil menunggu Oprah dan Friends. Tapi, sejauh ini kerja researchnya lumayan menyenangkan, terutama karena kebetulan sekali saya dapat profesor dan graduate student yang bisa baek-baek. Tadinya saya kirain si grad student orangnya serius banget, sampai suatu sore, seharusnya kita lagi baca2 kertas research, tiba-tiba saya denger dia cekikikan di depan komputer. Terus saya liatin komputer dia, dan agak kaget ngeliat 9 cewe seksi di layarnya. Tadinya saya langsung berasumsi negatif, berpikir dia lagi mencari hiburan dengan lihat cewek2. Eeeh ternyata.... setelah ditanya... dia lagi baca gosip Taiwan; 9 cewe itu digosipkan berpacaran dengan 1 cowok Taiwan ganteng.. Ya ampun, kirain apaan.
Yah, terus, dengan kesibukan di semester ini, saya belajar untuk mengorbankan beberapa hal. Dua aktivitas mingguan yang semester lalu saya jalanin, udah di-terminate, dengan alasan kurang waktu. Saya juga udah siap mengorbankan weekend2 untuk catch up dengan segala sesuatu yang keteteran. Yang paling susah buat saya sih, mengorbankan waktu tidur. Biasanya, sehari, saya bisa tidur 9 jam rata2. Belum lagi kalo siangnya tidur, bisa lebih lama lagi. Tapi sekarang karena tiap hari udah mesti di kampus jam 8 pagi, tidurnya jadi 6-7 jam. Jadi, mau tidak mau, saya harus belajar untuk tidur seperti orang normal. Dan ketika saya bangun pagi tiap hari, dan dengan sadar memprioritaskan beberapa hal dan menyingkirkan beberapa yang lain, saya tiba-tiba merasa jauh lebih dewasa. Mudah-mudahan.... Amin....
Dan ngomong-ngomong berkorban, sekarang ini lagi masa prapaskah. Bagi yang menjalani prapaskah, selamat pantang dan puasa yah. Lumayan kagum juga sama temen2 yang udah komitmen untuk berpantang selama 40 hari ini. Dari hasil tanya-menanya, saya jadi dapet ide juga, hal apa yang mau dipantangin. Ada yang pantang facebook-an, pantang daging, minum soda, es krim, pantang marah, dll. Moga2 semuanya berhasil deh. Tadinya saya dan Lydia, mau sama2 pantang ngemil, lalu saling menampar kalo ada yang ketauan ngemil. Tapi saya takut kita malah gampar2an jadinya. Masalah pantang ngemil.... masih saya pikirkan baik2...
Weekend kemaren, saya nonton JUNO!!!! Bagus, bagus, bagus!!!! Film itu udah jadi film favorit saya. Lucu banget, messagenya tentang pro-life juga bagus dan ga preachy sama sekali, aktingnya 4 jempol, pokoknya bagi yang belum nonton, nontonlah sekarang juga. Bagi yang suka musik indie dan jenis2 independent movie, cocok banget tuh... Saking sukanya, begitu pulang nonton, wallpaper laptop saya langsung diganti jadi wallpaper Juno. Highly reccomended! Nonton ya!
Semester ini udah jalan hampir sebulan. Ga kerasa banget; tiba-tiba Senin, tiba-tiba weekend, baru tidur-tiduran sebentar, eeeh udah Senin lagi. Memang semester ini agak-agak sibuk dengan sekolah dan kerja. Well, kerja terutama, soalnya itu yang paling banyak makan waktu. Kalau cuma kelas doang sih, setiap siang saya udah bisa ongkang2 kaki di apartment, leha-leha di depan TV, sambil menunggu Oprah dan Friends. Tapi, sejauh ini kerja researchnya lumayan menyenangkan, terutama karena kebetulan sekali saya dapat profesor dan graduate student yang bisa baek-baek. Tadinya saya kirain si grad student orangnya serius banget, sampai suatu sore, seharusnya kita lagi baca2 kertas research, tiba-tiba saya denger dia cekikikan di depan komputer. Terus saya liatin komputer dia, dan agak kaget ngeliat 9 cewe seksi di layarnya. Tadinya saya langsung berasumsi negatif, berpikir dia lagi mencari hiburan dengan lihat cewek2. Eeeh ternyata.... setelah ditanya... dia lagi baca gosip Taiwan; 9 cewe itu digosipkan berpacaran dengan 1 cowok Taiwan ganteng.. Ya ampun, kirain apaan.
Yah, terus, dengan kesibukan di semester ini, saya belajar untuk mengorbankan beberapa hal. Dua aktivitas mingguan yang semester lalu saya jalanin, udah di-terminate, dengan alasan kurang waktu. Saya juga udah siap mengorbankan weekend2 untuk catch up dengan segala sesuatu yang keteteran. Yang paling susah buat saya sih, mengorbankan waktu tidur. Biasanya, sehari, saya bisa tidur 9 jam rata2. Belum lagi kalo siangnya tidur, bisa lebih lama lagi. Tapi sekarang karena tiap hari udah mesti di kampus jam 8 pagi, tidurnya jadi 6-7 jam. Jadi, mau tidak mau, saya harus belajar untuk tidur seperti orang normal. Dan ketika saya bangun pagi tiap hari, dan dengan sadar memprioritaskan beberapa hal dan menyingkirkan beberapa yang lain, saya tiba-tiba merasa jauh lebih dewasa. Mudah-mudahan.... Amin....
Dan ngomong-ngomong berkorban, sekarang ini lagi masa prapaskah. Bagi yang menjalani prapaskah, selamat pantang dan puasa yah. Lumayan kagum juga sama temen2 yang udah komitmen untuk berpantang selama 40 hari ini. Dari hasil tanya-menanya, saya jadi dapet ide juga, hal apa yang mau dipantangin. Ada yang pantang facebook-an, pantang daging, minum soda, es krim, pantang marah, dll. Moga2 semuanya berhasil deh. Tadinya saya dan Lydia, mau sama2 pantang ngemil, lalu saling menampar kalo ada yang ketauan ngemil. Tapi saya takut kita malah gampar2an jadinya. Masalah pantang ngemil.... masih saya pikirkan baik2...
Weekend kemaren, saya nonton JUNO!!!! Bagus, bagus, bagus!!!! Film itu udah jadi film favorit saya. Lucu banget, messagenya tentang pro-life juga bagus dan ga preachy sama sekali, aktingnya 4 jempol, pokoknya bagi yang belum nonton, nontonlah sekarang juga. Bagi yang suka musik indie dan jenis2 independent movie, cocok banget tuh... Saking sukanya, begitu pulang nonton, wallpaper laptop saya langsung diganti jadi wallpaper Juno. Highly reccomended! Nonton ya!
Subscribe to:
Posts (Atom)