Pages

Tuesday, July 27, 2010

Exciting Journey


This is my room... when it's clean. I try to clean up every time before I go to Indonesia so I'll come back to a nice place after the holiday. If only this happens all year round.

I'm currently having pre-travelling anxiety where my mind keeps thinking about things that I might forget to bring or do. I've paid my bills for next month, return my friend's bike and tennis racket, get enough cash, check bank account, give car keys to roomie, bring all chargers, check and re-check passport, I20, and place ticket, clean up kitchen, give perishable food to friend, etc etc. I still need to check how much Rupiah I have, buy Cornell shirt for parents, get locks for luggages, tell roomie my car plate number, put car back in the right parking lot and *deep breaths* calm myself down. I usually have a bad dream the night before about missing the flight or not having my passport, so we'll see what my unconscious self gives me tonight.

This is also the first time that nobody's picking me up at the airport, so I'm taking taxi to my sister's place. So the plan is to land, go to money changer to get more Rupiah, get blue bird taxi, give the driver printed direction from google map to sis' place, get her room key from the guy working in the house, get in to her room, and wait til she gets back from work! If there's difficulty reaching her place, I'll go to her office instead and meet her there. If that fails, I'll give a call to Ivan in case of emergency who's kindly offered back up plan to come get me. Fail-proof plan!!

And my journey begins tomorrow with a 6 hour bus ride to JFK. I just hope all the bus seats, plane seats, and airport seats be forgiving to my behind, there'll be a LOT of sitting for sure. Ultimately of course I just want a safe trip. Home, here I come!


Sunday, July 25, 2010

A Covenant

I went to Niagara Falls for a day trip and saw this as a nice end for the day on the way back to Ithaca. Through the bus window and through the drizzling sky, a sweet faint bow. As feminine and as vulnerable as it looks, it arches wide across the land as if protecting everything underneath. And even if there's no gold pot on its feet, itself is a treasure; a smile from up above.


I will establish my covenant with you, that never again shall all bodily creatures be destroyed by the waters of a flood; there shall not be another flood to devastate the earth."
God added: "This is the sign that I am giving for all ages to come, of the covenant between me and you and every living creature with you:
I set my bow in the clouds to serve as a sign of the covenant between me and the earth.
When I bring clouds over the earth, and the bow appears in the clouds,
I will recall the covenant I have made between me and you and all living beings, so that the waters shall never again become a flood to destroy all mortal beings.
As the bow appears in the clouds, I will see it and recall the everlasting covenant that I have established between God and all living beings--all mortal creatures that are on earth."
God told Noah: "This is the sign of the covenant I have established between me and all mortal creatures that are on earth.

Genesis 9:11-14

Thursday, July 22, 2010

From Jakarta's Most Wanted Museum Guide

So, I'm going back to Indonesia in less than a week now, and feeling super excited. I usually go back home once a year but it's been a year and a half now, so it's been passed my mental limit quite clearly. I asked a friend yesterday about museums in Jakarta, knowing that she visits them more than normal people do. And this morning... voilaaa... I got a facebook message of a comprehensive suggestions for museum visits, written in Betawi style.

I really do hope I'll be able to visit some of them when I got home!

Here's the original message by the one and only, Resya.

asalamualaekooom...spade semuenye....
nih ye mpok2 yang mao mudik ke jakarte, ktemunan ama nyak babe encang encing.. sape tau mao ngiderin musium di sonoh....

yg ini wajib kunjung:

http://www.museumnasional.or.id/

yg ini ada penjara bawah tanahnya:

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Fatahillah

ini keren buat foto2! :

http://en.wikipedia.org/wiki/Taman_Prasasti_Museum

yg ini tentang bank indonesia, skarang ada film 3 dimensinya :

http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/

ini seru sih, skalian wisata kota tua, abis dari fatahilah, sayang kl ga ksini.. tapi panas ya booo.. siap2 aje ente mateng en bau angus kl siang2 ksonoh.. (tempeeee kali anguus..) :

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bahari

yang ini ok juga, cuman rada macet ya boo.. tapi lumayan lah kl mau skalian shoping baju2 kodian di tanah abang (deket soalenyee) trus disamping kiri ini musium ada yang jualan sate afrika. enaaaaaaaaaaaakkk bgt. tanya aja ama orang, smua pasti tau. bukan jual daging orang afrika sih, cuman yang jual orang afrika. dagingnya domba, di oven, makannya pake pisang, saosnya mustard haduuuh.. cihuy deh pkknya.. , eh iya, ini musiumnya ya. ampir lupa ini diaaa:

http://en.wikipedia.org/wiki/Textile_Museum_%28Jakarta%29


Note:
-museum fatahilah, BI, dan bahari itu deketan, jangan lupa bawa payung, kacamata cengdem, kipas, pake sunblock sekilo dan kekepin deh tuh dompet, jangan ampe kecopetan..

- gak semua ada web nya. kadang penjaganya juga kaga ada, kadang malah barang2nya yg dipajang juga ga ada... hihi.. digadein kali yeh ame satpamnye..trus siapin duit recehan.. ke wc bayar yeeh.. kalo ga salah 1000 di musium nasional, kl kaga bayar entar ama klening serpisnye di cemberutin. (tuh ampe apal kan gw)

-kl musium di indo hari senen semua libuuuuuurrrr...

- Kl ke musim nasional boleh juga sih ke monumen nasional alias monas. kan deketan.. trus entar teropong2 deh tuh dari atas monas (ingeet, bawa recehan.. bayar juga nih mo neropong) sape tau bisa liat eke lagi joging di ithaca... kita dadah2an dah..

- entuh semua kayanya butuh 2 hari deh.. yg di jakpus : monas ama musium nasional, dan di daerah kota tua deh.. siapin pilem yang banyak yeh, apalagi di kota tua, antik noh buat poto prewed *uhuyy...*


Tuesday, July 20, 2010

Made My Day



Something I got in the mail several days ago and it made my day. Thanks Yeanching, I will definitely see you soon!!!

Monday, July 12, 2010

Jedug... Jedug...

Suara kepala saya membentur-bentur meja berharap neuron di dalam otak saya me-restrukturisasi dirinya sendiri sehingga ketika saya selesai tiba-tiba saya berubah menjadi... JENIUSSS!!! Lalu saya berhenti, kembali membuka mata, mengelus jidat tidak bersalah yang kini sedikit merah dan menyadari bahwa kalau dalam mimpi pun Tuhan tidak mengabulkan permintaan bodoh nan egois seperti itu, apa yang membuat saya berpikir bahwa usaha saya barusan akan berhasil.

Yak, kembali saya menatap kosong perangkat lunak yang belum saya mengerti bagaimana cara pemakaiannya. Lalu, beralih ke catatan pribadi pembelajaran saya yang hampir penuh dan harus diganti sebentar lagi. Catatan yang bukan saja menjadi saksi asimilasi ilmu secara perlahan-lahan, tapi juga korban keluhan kepenatan sekaligus teriakan motivasi. "Why is this frustrating", "I can do this!", "Oh no...", dan "pusing... pusing..." adalah beberapa yang terdokumenkan.

Lalu saya teringat kata-kata bijak seorang mentor, "Ketika kita lagi terjebak dalam mencari solusi dan terbentur oleh suatu halangan, kita itu seperti mainan wind-up toy yang berada pas di depan pintu." Saya ga ngerti bahasa indonya wind-up toy apa yah, ya semacam mainan yang berjalan maju kalau sekrupnya diputar dulu. Si robot wind-up toy ini terjedot pintu, terdorong mundur, lalu maju terjedot lagi, dan begitu berulang-ulang sampai akhirnya simpanan energi pegasnya habis dan dia termenung lunglai. Kalau si robot tidak sebegitu keras kepalanya, sebenarnya dia bisa melihat sekeliling, dan berputar (atau diputar) beberapa derajat sebelum berjalan lagi. Mungkin dengan begitu dia bisa menyadari bahwa pintu sebenarnya terbuka lebar dan dia bisa berjalan sedikit memutar untuk masuk ke ruangan selanjutnya.

Biasanya cara yang paling ampuh untuk menemukan jalan lain adalah dengan ngobrol sama orang. Kalau bisa tentunya dengan orang yang lebih berpengalaman dan tau lebih banyak. Kalau tidak ada orang yang bisa ditanya, ngobrol dengan siapa saja juga membantu, sekedar membicarakan hal-hal lain dan menyadari bahwa kita tidak akan mati dipenggal bos (atau profesor) kalau belum bisa memecahkan masalah ini. Jalan-jalan keluar, olahraga sebentar, atau minum mango black tea with pearls (slurp!!) juga bisa menjadi cara ampuh menyegarkan otak. Atau seperti apa yang saya lakukan sekarang, berteriak mengeluh di dunia maya, di mana saya tidak bisa disentuh oleh siapapun dan apa yang dalam pikiran saya bebas keluar tanpa terbaca oleh prof (errr... makanya nulis pake bahasa Indo).

Saya belajar banyak berada di sini: menghadapi stress tanpa menyakiti dan bunuh diri salah satunya, hehe. Belajar menikmati apa yang saya klaim menjadi lentera hidup saya meskipun banyak yang tidak dimengerti dan banyak teka-teki tidak terpecahkan. Belajar mensyukuri semua hal sampai yang kecil-kecil dan terlihat insignifikan. Belajar mengakui bahwa di atas langit ada langit dengan lapisan-lapisan atmosfirnya sekaligus jagat raya yang dipenuhi planet-planet belum bernama. Dan di atas semuanya itu ada Tuhan yang mencium lembut kening merah saya dan memastikan bahwa saya tidak gila.