Pages

Sunday, September 19, 2010

Just the Way You Are



Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying

She's so beautiful
And I tell her every day

Yeah I know, I know
When I compliment her
She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see

But every time she asks me do I look okay
I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Her nails, her nails
I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy

She's so beautiful
And I tell her every day

Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same

So don't even bother asking
If you look okay
You know I say

The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are

Sunday, September 12, 2010

Thermodynamics vs. Me

One on my class handouts says this:

The renowned physicist Sommerfeld was asked why he had never written a book on thermodynamics. He is supposed to have replied:

“It’s a funny subject. The first time you go through it, you don’t understand it at all.
The second time you think you do, except for one or two minor points.
The third time you know you don’t understand it, but by then you are used to it, so it doesn’t bother you.”

I feel a lot better :)

Saturday, September 11, 2010

Sepedaan

Sudah lama banget saya ga sepedaan. Banget. Terakhir kali bisa jadi SD kelas 3, saat sepeda yang dipakai masih bisa dipasangi roda pengaman. Tapi paling tidak saya bisa bersepeda. Tahun ini, gara-gara studi saya dikepalai oleh seseorang yang sangat suka bersepeda, dengan setengah terpaksa saya ikut di 2 wisata sepeda. Yang pertama, di saat anak-anak cowok yang lain mengayuh 20 miles, saya cuma kuat 5 (memalukan..). Di outing ke dua hari ini, syukurlah ada beberapa cewek yang ikut sehingga saya di belakang tidak sendirian dan rutenya pun lebih enak tanpa bukit-bukit yang membakar otot paha. Di tambah cuaca mendukung, angin sepoi-sepoi, dan pemandangan mengasyikkan, jadilah saya bersepeda 20 miles hari ini. Kalau sering-sering kayak gini, mungkin paha saya bisa jadi mirip paha kodok. Dan ini sesungguhnya tidak ada apa-apanya dibandingkan sama apa yang atasan saya lakukan: 1 minggu bersepeda di Yellowstone National Park dengan waktu 10 jam per hari dan jarak total 1000 km. Saya cuma geleng-geleng kepala.

Tapi ya itu, hari ini sangat menyenangkan. Dan suasana hati pun jadi gembira dan bersemangat, kemungkinan besar gara-gara endorfin yang sedang merasuki pembuluh2 darah saya. Dan di saat-saat capek menanjak bukit (pengakuan dosa: ada bagian bukit-bukit lumayan miring dan saya diangkut naik van sampai di atas bukit, lalu senyum-senyum meluncur turun di bagian selanjutnya :)), saya jadi menyadari dua hal:

1. Betapa jeniusnya orang yang berhasil menciptakan mobil.

2. Betapa kagumnya saya sama bapak-bapak tukang becak yang setiap hari kerjanya bersepeda untuk uang. Dan saya tidak akan pernah lagi pelit-pelit naik satu becak rame-rame bertiga atau berempat.

Friday, September 10, 2010

Wednesday, September 08, 2010

Lebaran Sebentar Lagi

Sudah lama sekali saya tidak merasakan suasana lebaran. Tidak merasakan serunya pergi ke tetangga-tetangga, lihat mereka di baju terbaiknya dan tentu saja icip-icip kuenya :) Melihat mereka memestakan kemenangan, sejauh yang saya tau kemenangan dalam menahan hawa nafsu. Bersalaman langsung dan mengucapkan, "Selamat Idul Fitri!!!" Langsung, bukan lewat facebook. Kangen juga sama semua itu. Atau mungkin emang lagi kangen rumah kali ya makanya semua hal juga dikangenin.. hehe..

Tapi tahun ini rada-rada beda dikit. Waktu puasa mulai, pas banget tuh saya lagi ada di Indo. Jadi deh melihat lagi bagaimana orang berpuasa, yang sebenarnya bikin rada kaget juga sih. Soalnya dulu kalo bulan-bulan puasa, saya selalu di Duri, Riau yang bisa dibilang mayoritas orangnya cukup taat beragama Islam. Yah, pengajian jalan terus, yang memutuskan berjilbab bisa terlihat di mana-mana, pakaian orang-orangnya sopan sederhana. Kalau di Jakarta, pastinya agak beda lah ya. Restoran masih terlihat buka di mana-mana, orang makan di jalanan juga masih ga papa, ngobrol ama beberapa supir taksi dan mereka mengaku tidak berpuasa. Kesannya lebih kurang gitu suasana bulan puasanya. Hmmm ga tau ya, sekedar apa yang terlihat dan terasa aja sih...

Nah tapi balik di Ithaca, saya maen-maen sama temen yang kebetulan puasanya taat. Jadi bisa lihat deh ternyata puasa itu beratttt... tidak heran teman saya jadi kurusan. Pernah suatu hari kita maen nginep-nginepan ceritanya. Malemnya berbuka bareng dia, terus ngobrol-ngobrol segala macem sampai akhirnya tidur. Besoknya karena capek, ya dia ga sempet bangun subuh-subuh dan akhirnya ga sahur. Setelah kita bangun dan mandi, kita jalan bareng kelililing-keliling, dan di tengah-tengah jalan itu, saya dan temen satunya lagi laperrrrr... hehehe... Dan akhirnya karena kelaperan, jadi beli cemilan kecil dan ya kita makan di depan dia. Saya yakin dia juga lapar karena dia komen, "Kalau gw mati sekarang, lagi puasa dan menahan godaan lu yang makan, gw kayanya diitung mati jihad." Hehehe... Dan pernah juga di lain hari dia ketinggalan sahur lagi dan dari pagi udah pusing-pusing kelaparan. Mukanya kusut sekali. Tapi hebat sekali tetep di tahan sampe setengah 8 sore waktu berbuka. Salut salut... Saya jadi bisa menghargai bagaimana penuh pengorbanannya orang-orang Islam yang taat berpuasa.

Dan weekend nanti, saya diundang temen tersebut untuk merayakan lebaran di rumah dia. Juga komunitas Indonesia di sini mengadakan acara lebaran bersama. Cihuyyy asik asik... makanan Indo :)

Buat semua yang merayakan, saya ikut bahagia lihat kalian berpesta. Saya ikut mengucapkan apa yang selalu diucapkan: Minal Aidin Wal Faizin, yang arti harafiahnya kira-kira adalah: Semoga Tuhan menjadikan kita (kalian) orang-orang yang kembali kepada ketaqwaan dan orang-orang yang menang dari hawa nafsu.

Kembali bertakwa kepada Tuhan dan menang atas hawa nafsu. Sangat dalam, sangat mulia. Semoga, Amin.